CARA VERIFIKASI PAYPAL DENGAN KARTU DEBIT PERMATA/PERMATA SYARIAH:
Sebagaimana yang kita tahu untuk keperluan verifikasi
PayPal maupun belanja online khususnya di situs2 luar negeri bagi sebagian besar masyarakat
Indonesia kadang merupakan sesuatu yang sulit, tidak umum, dan merepotkan. Kenapa? Karena
pada umumnya hal-hal tersebut membutuhkan kepemilikan kartu kredit yang di
Indonesia kepemilikannya belum begitu umum dan kadang agak susah syarat2nya, serta lama pengajuannya (kadang approval bisa 1 bulan lebih), juga tidak ingin "berhutang" dsb.
Padahal banyak jenis barang2 yang hanya hanya bisa dibeli diluar negeri dan belum tersedia di Indonesia, khususnya buat penggemar, contohnya penulis waktu itu akhirnya bisa juga membeli teropong bintang di Ebay yang modelnya tidak dijual di Indonesia.
Padahal banyak jenis barang2 yang hanya hanya bisa dibeli diluar negeri dan belum tersedia di Indonesia, khususnya buat penggemar, contohnya penulis waktu itu akhirnya bisa juga membeli teropong bintang di Ebay yang modelnya tidak dijual di Indonesia.
Memang pada beberapa situs tersebut kadang kita baca bisa
juga memakai kartu debit (ATM) asalkan ada lambang Visa atau Mastercardnya.
Masalahnya hampir semua kartu debit di Indonesia umumnya tidak bisa untuk
belanja online biasa karena sengaja diblokir oleh banknya, bahkan jika ada
lambang Visa atau Mastercardnya, selain untuk narik uang ATM atau gesek di
mesin EDC. Berbeda dengan diluar negeri kebanyakan kartu debitnya bisa dipakai online asal ada lambang Visa/Mastercardnya.
Jika ada yang bisa belanja online maka kemampuannya juga
tetap terbatas dan tetap tidak sama dengan kartu kredit. Contohnya Kartu Debit Mandiri dengan
VBV (Verified by Visa) yang masih bisa digunakan untuk belanja disitus2 yang menggunakan
VBV khususnya situs lokal seperti Tokopedia, Bhinneka, dsb, atau isi saldo di
Neteller. Namun Kartu Debit Mandiri ini juga tetap tidak bisa digunakan disitus2 “biasa”
(non VBV) diatas seperti untuk keperluan verifikasi PayPal, beli lagu di Itunes
di Iphone, beli Ebook di Google Playstore, belanja di Ebay dan Amazon dsb. Ada juga VCN
(Virtual Card Number) dari Kartu Debit Mastercard BNI, namun sayang umurnya terbatas, dan jika transaksinya dibatalkan dana yang direfund kadang
tidak sampai (nomor kartunya sudah tidak valid lagi), dan tidak semua situs mau
menerima pembayaran dari VCN atau VCC yang ditambahkan selain kartu kredit dan
debit biasa karena alasan tertentu (biasanya keamanan).
Note: Penggunaan
kartu debit Visa/Mastercard yang support untuk transaksi
online/e-commerce akan diproses melalui jaringan pemrosesan kartu kredit
Visa/Mastercard langsung (non PIN) dan bukan sebagai debit
Visa/Mastercard (PIN). Analoginya transaksi di terminal EDC maka pilihan
kartu debit tersebut akan diproses sebagai kredit (tanda
tangan/signature, PIN opsional) bukan sebagai debit atau interbank/ATM
network lainnya (wajib PIN/switching).
Akibatnya banyak orang Indonesia yang karena tidak punya
kartu kredit (dan sulit mengurusnya) tapi juga ingin memverifikasi akun PayPal atau
belanja online disitus2 luar diatas terpaksa membeli VCC (Virtual Credit Card –
khususnya untuk verifikasi PayPal), membeli saldo PayPal, membeli Itunes atau
Amazon Gift Card, memakai jasa perantara/forwarder dengan segala resiko dan kadang biaya yang lebih besar dsb.
Contohnya pemakaian VCC untuk PayPal yang hanya untuk verifikasi PayPal namun
tidak bisa untuk belanja (karena limit VCC yang kecil) dan kadang juga terpaksa
memesan kartu prepaid debit keluaran luar seperti kartu Payoneer atau Neteller, namun pemakaian VCC dan VCN bahkan sesekali Payoneer/Neteller kadang-kadang
gagal untuk verifikasi dan beresiko ditolak/dihapus, akun PayPal anda tidak akan terverifikasi lagi, bahkan kena limit jika ketahuan oleh
PayPal, karena kebijakan PayPal sekarang ini sudah melarang VCC dan VCN (jika ketahuan) dan
hanya mengizinkan kartu kredit atau debit biasa (fisik) keluaran bank lokal untuk
keperluan verifikasi dan belanja.
Banyak orang sering salah kaprah sebelumnya tentang fungsi kartu kredit dan kartu debit khususnya dalam hal transaksi online. Perbedaan Dasar Kartu Kredit dan Kartu Debit hanyalah sumber dananya yang dipakai untuk pembayaran (Funding Source). Jika Kartu Kredit sumber dananya adalah hutang dari bank (kredit) dalam limit yang dijamin akan dibayar kemudian oleh nasabah, maka Kartu Debit sumber dananya adalah uang nasabah sendiri yang akan dipotong disaldo tabungan bank (debit). Soal akan ada perbedaan fitur khusus lainnya seperti apakah bisa transaksi online dsb adalah tergantung kebijakan dan pertimbangan (policy and risk analysis/management) masing-masing bank penerbit kartu (issuer) serta network pembayaran yang digunakan, jadi bukan dari jenis kartunya apakah kredit atau debit. Berbeda dengan Indonesia, diluar negeri seperti Amerika Serikat kebanyakan kartu debit dan prepaid yang berlogo kartu kredit (Visa/Mastercard network) sudah lama bisa dipakai bertransaksi online seperti kartu kreditnya.
Sebagai alternatif kini sudah ada
juga beberapa kartu fisik debit ATM lokal yang selain
untuk dipakai di ATM dan mesin EDC juga bisa dipakai online seperti untuk verifikasi
PayPal serta belanja online di PayPal, Ebay, Amazon, Itunes, Google Playstore, Steam, serta situs dalam
negeri (Tokopedia, Bukalapak, Bhinneka dsb). Kartu Debit tersebut salah satunya adalah kartudebit (Visa Electron) berlogo Visa keluaran Bank Permata (dan juga Permata Syariah) dengan fitur "Permata Debit Online":
Untuk keterangan mengenai Permata Debit Online:
Baca Quote: "Kartu Debit Permata Bank yang telah dilengkapi dengan teknologi 3D Secure-Verifed by VISA dapat digunakan juga untuk bertransaksi pada merchant yang belum menggunakan teknologi 3D Secure-Verifed by VISA." (i.e PayPal, Google PlayStore, Amazon, Itunes dsb).
Kartu debit Permata ini ada beberapa jenis tergantung jenis
tabungannya dan saldo
minimum/mengendap, seperti kartu debit Permata biasa, Priority,
Syariah dan Korporat.
Untuk keterangan mengenai jenis dan fitur masing-masing kartu debitnya bisa kunjungi situs Bank Permata: https://www.permatabank.com/Retail/Kartu-Debit/#.V8RqDzWLT3A
Kartu debit Permata ini sudah memakai teknologi chip/EMV(NSICCS) seperti kartu kredit, tidak memakai pita magnetik lagi (jika ada hanya sebagai "back-up" saja) jadi lebih aman untuk
transaksi karena tidak gampang diskim (dibajak) di mesin ATM dan EDC. Ada yang model kartu debitnya dicetak
pakai nama kita (Visa Debit standar), ada yang kartunya bisa desain sendiri, ada yang bahkan beremboss seperti kartu kredit, dan ada yang instant
tidak pakai nama hanya nomor kartu saja (Visa Debit Electron) dsb, bisa dipilih. Berhubung penulis hanya buka tabungan biasa (Permata Bebas) dengan modal pas2an setoran awal
hanya minimal Rp 250.000,00 dan tidak merequest jenis/fitur kartu tertentu maka penulis hanya punya kartu debit Visa electron biasa diatas yang
tidak ada namanya. Namun sama saja tidak pengaruh karena tetap bisa dipakai
belanja online yang penting ada nomor kartu, expiry date dan CVV (Card Verification Code) 3 digit angka
dibelakang kartu. Kalau untuk isi nama dan alamat penagihan serta ZIP/Postal code dsb tinggal ketik nama dan alamat sendiri serta kode pos dsb atau sesuaikan dengan data buku tabungan/rekening, beres.
Jika anda belum mempunyai rekening/kartu debit Bank Permata dan anda tertarik, anda bisa memiliki kartu debit online Permata dengan membuka tabungan di bank Permata. Untuk tabungan permata bebas setoran awal hanya Rp 250.000,00 saldo
minimum/mengendap tertinggal Rp 100.000,00 dan bisa langsung mendapatkan instant kartu debitnya (tanpa nama). Jangan lupa pastikan diaktifkan untuk transaksi online (E-Commerce), No HP anda untuk OTP untuk Verified by Visanya, serta online banking dan mobile bankingnya untuk Android/Iphone, semua tanpa tambahan biaya, jika tidak minta diaktifkan anda mungkin akan susah bertransaksi online. Harap diingat aktivasi kartu debit untuk ATM dan mesin EDC bisa langsung aktif, namun untuk aktivasi belanja onlinenya kadang tidak bisa langsung bisa memakan waktu beberapa hari (pengalaman penulis dulu), jadi sering sering saja dicek atau ditanyakan jika belum bisa.
Sebagai bukti berikut adalah cetakan pdf online banking statement transaksi
kartu debit/ATM (mutasi rekening tabungan) Permata Debit Online di online banking penulis yang sukses tanpa masalah untuk keperluan verifikasi
PayPal, belanja di Amazon, Ebay, Itunes, Google, dan Neteller (VBV), semua sudah dikasih keterangan yach. Memang
sih jumlahnya kecil-kecil kayak cuman beli ebook atau lagu doang namanya juga eksperimen :D
Oh iya untuk kode verifikasi expuse PayPal 4 digitnya
(PP*CODE) ada dua PP*2204 dan PP*3174 karena waktu itu penulis kebablasan
konfirmasi sampai 2 kali karena yang pertama ternyata tidak langsung kelihatan
4 digit kodenya (pending) dan baru nongol PP*CODE di online banking 24 jam kemudian, penulis baru nyadar
belakangan :D. Tagihan kode expuse ini akan direfund PayPal antara 24 jam-30 hari
(lain-lain tergantung network dan banknya). Sampai hari ketiga waktu tulisan
ini penulis buat belum direfund juga sih sama PayPal, (2x1.95 US Dollar = 2xRp26.622=Rp
53.244.52, kurs Visa/Bank waktu itu) tapi katanya pasti direfund kok, tapi butuh waktu. Juga kelihatan ada
kode Neteller-4723 untuk verifikasi kartu di akun Neteller penulis.
Jadi berbeda dengan VCC/VCN, kartu debit online Permata ini selain wujud kartu fisik yang bisa discan/difoto juga punya online statement yang bisa dicetak/discan dan juga buku tabungan, yang bisa digunakan sebagai bukti berjaga-jaga jika misalnya akun PayPal anda suatu hari bermasalah dan PayPal meminta keterangan bukti identitas dan kepemilikan kartu kredit/debit anda (hal ini sangat jarang namun kadang terjadi terutama jika akun anda adalah akun bisnis atau sering dipakai untuk transaksi yang sangat besar). Anda juga bisa meminta surat keterangan tambahan dari bank Permata jika diperlukan.
Jadi berbeda dengan VCC/VCN, kartu debit online Permata ini selain wujud kartu fisik yang bisa discan/difoto juga punya online statement yang bisa dicetak/discan dan juga buku tabungan, yang bisa digunakan sebagai bukti berjaga-jaga jika misalnya akun PayPal anda suatu hari bermasalah dan PayPal meminta keterangan bukti identitas dan kepemilikan kartu kredit/debit anda (hal ini sangat jarang namun kadang terjadi terutama jika akun anda adalah akun bisnis atau sering dipakai untuk transaksi yang sangat besar). Anda juga bisa meminta surat keterangan tambahan dari bank Permata jika diperlukan.
Ini adalah screenshot dari PayPal penulis (ada tiga kartu kredit/debit disitu salah satunya xxxx-x589 adalah Kartu debit Visa Permata):
Ini adalah contoh screenshot kartu debit Permata yang juga bisa menggunakan fitur VBV
(Verified by Visa/3d Secure) dengan tambahan layer keamanan OTP (One Time Password) ke HP untuk transaksi online, sangat aman, umum dipakai khususnya disitus merchant dalam negeri:
Demikian artikel ini dibuat dan dipublikasikan. Semoga bisa membantu anda yang ingin memverifikasi
PayPal serta belanja online di PayPal, Ebay, Amazon, Itunes maupun situs dalam
negeri lainnya seperti Tokopedia, Bukalapak, Bhinneka dsb namun tidak atau sulit mengurus
kepemilikan Kartu Kredit.
*UPDATE:
Saat ini limit
transaksi online hariannya (CNP/MOTO/Internet) Kartu Debit Permata
untuk PayPal (non CVV2) adalah Rp 500.000,00/Hari atau kurang dari $40
USD kurs saat ini (atau ekivalennya dalam mata uang lain sesuai
konversi dan fee dari bank/Visa/interchange). Ketentuan limit transaksi online
harian non CVV2 Rp 500.000,00 ini berlaku khusus hanya untuk kartu debit
Bank Permata dan tidak tergantung jenis kartu/tabungan serta jumlah
saldo nasabah, serta tidak berlaku untuk kartu kredit Bank Permata.
Limit ini masih bisa berubah kapan saja ya tergantung kebijakan pihak
bank. Mudah-mudahan limit ini bisa naik kedepannya oleh Bank Permata. Selengkapnya:
1. Untuk limit transaksi harian yang menggunakan mesin EDC/POS atau dengan CVV1/iCVV (data di magnetic stripe/chip) baik dengan otentikasi PIN ataupun Signature (Card Present Transaction) adalah sesuai dengan jenis kartu debit tabungan Permata -> Contoh untuk Permata Personal: Rp 10.000.000,00/Hari.
2. Untuk limit transaksi harian secara online (Card Not Present Transaction/CNP/MOTO/Internet) ada 3 buah berdasarkan risknya:
- 3dsecure
online transaction (VBV) yaitu otentikasinya dengan menggunakan kode OTP
dan CVV2/CVV (3 angka dibelakang kartu): Sama dengan limit transaksi
harian kartu debit tabungan pada mesin EDC -> Contoh untuk
Permata Personal: Rp 10.000.000,00/Hari. Kalau online merchantnya
misalnya di Tokopedia, Bukalapak, Bhinneka, dsb.
- Secure online
transaction yaitu otentikasinya menggunakan kode CVV2/CVV tapi tidak
dengan VBV: Juga masih sama dengan limit transaksi online harian kartu
debit tabungan dengan menggunakan VBV dan EDC -> Contoh Permata
Personal: Rp 10.000.000,00/Hari. Kalau online merchantnya misalnya di
Lazada, Steam, Microsoft Store dsb (pakai direct checkout/dengan CVV
prompt).
- (High Risk) Unsecure online transaction yaitu otentikasinya hanya dengan nomor kartu dan expiry date namun tanpa kode
CVV: ini limitnya hanya sampai Rp 500.000/Hari, berlaku untuk semua
jenis kartu debit tabungan Permata dan tidak tergantung jumlah saldo
anda, Jika transaksi lebih dari jumlah itu akan otomatis ditolak
(declined). Kalau online merchant/payment gatewaynya misalnya
PayPal, Amazon, Itunes, Google Play dsb (biasanya model yang data
kartunya tersimpan diakun/tanpa CVV prompt).
Note: Limit harian belanja kartu debit tabungan i.e. Permata Personal Rp 10 juta dst adalah tetap limit total gabungan/akumulasi dari transaksi EDC + Online jika ada, bukan terpisah. Istilah "secure" dan "unsecure" disini hanya gambaran jenis transaksi berdasarkan faktor risk saja dan tidak berarti bahwa secara real transaksi tersebut tidak/kurang aman. Dari sisi fraud detection/prevention and risk management memang semua transaksi kartu tidak hadir/menggunakan nomor kartu (CNP/online) terutama yang tidak menggunakan otentikasi 3dsecure akan tetap dipandang lebih high risk daripada transaksi kartu hadir/fisik khususnya untuk kartu debit. Hal yang sama juga berlaku untuk transaksi kartu fisik dengan otentikasi PIN dan non PIN (beda risk) dst sehingga masing-masing memerlukan effort dan monitoring/analysis yang berbeda ataupun policy tersendiri dari pihak bank.
Yang
jadi pertanyaan bukannya menambahkan CC/Debit di PayPal dsb itu pakai
CVV? Tadinya penulis juga bingung pikir begitu, tapi ternyata setelah
ditelusuri sebenarnya PayPal itu hanya mensubmit kode CVV sekali saja ke
pihak Bank pada saat kita menambahkan nomor kartu pertama kali
(cek kartu valid/authorization hold), dan nantinya pas transaksi
selanjutnya ternyata
PayPal hanya akan mensubmit nomor kartu dan expiry date saja ke pihak
bank (plus nomor alamat jika ada fitur AVS) namun kode CVV tidak akan
disubmit lagi karena PayPal sudah pakai password/one click-buy dan tidak
menyimpan CVV
kartu kita karena berdasarkan aturan Visa/Mastercard untuk
merchant/payment gateway tidak boleh menyimpan nomor CVV didatabase
mereka (PCI DSS compliance - E-Commerce payment security requirements).
Ini jawaban PayPal Facebook atas inquiry CVV kartu kredit/debit yang tidak disimpan/dikirim ke bank pada saat transaksi:
Jadi biarpun PayPal itu websitenya secure dan sudah punya nama namun
secara teknis untuk Bank Permata transaksi tanpa disubmit CVV tetap
dianggap Unsecure Transaction (high risk) untuk kartu debit karena
terhubung langsung dengan tabungan (tidak berlaku untuk CC Permata),
makanya tetap diberlakukan limit Rp 500.000,00/Hari untuk PayPal (kurang
dari $40 USD kurs sekarang).
Catatan:
- Limit transaksi online harian adalah jumlah nilai total/akumulasi yang dibelanjakan secara online pada satu hari/per 24 jam dalam Rupiah (atau ekivalennya dalam mata uang lain/Dollar sesuai konversi dan fee dari bank/Visa/prinsipal/network) bukan nilai pertransaksi individual.
- Perubahan Limit transaksi online harian ini khususnya untuk Non CVV2 sejauh ini belum diumumkan/diupdate di websitenya Bank Permata Debit Online (Informasi Limit Transaksi): https://www.permatabank.com/Retail/Kartu-Debit/PermataDebit-Online/#.WBNMRcmDDIA - Informasi Limit Transaksi
- Limit transaksi tarik tunai dan transfer harian ATM serta E-Channel lain terpisah dengan limit transaksi belanja kartu debit.
- Ketentuan limit transaksi online harian non CVV2 Rp 500.000,00 ini berlaku khusus hanya untuk kartu debit Bank Permata (mungkin karena risk terhubung langsung dengan tabungan) dan tidak tergantung jenis kartu debit tabungan serta jumlah saldo nasabah, serta tidak berlaku untuk kartu kredit Bank Permata sesuai kebijakan Bank Permata saat ini. Mudah-mudahan limit ini bisa naik kedepannya oleh Bank Permata.
Untuk transaksi online khususnya di PayPal/non CVV2 yg lebih besar > Rp 500.000/Hari selain Debit Permata/Permata Syariah buat yang belum bisa mengafford kartu kredit juga bisa membuat Secure Credit Card Bank Sinarmas, Kartu Debit Jenius dari BTPN (M-Card, X-Card, dan E-Card), Kartu Debit BTN/BTN Syariah (BTN Debit Online), Kartu Debit Citibank, Kartu Debit Digibank Bank DBS, dan Kartu Debit Bank ANZ (obsolete-diganti Kartu Debit Digibank Bank DBS) yang kini juga bisa dipakai di PayPal dsb karena saat ini mempunyai limit harian/pertransaksi belanja onlinenya lebih tinggi dari Debit Permata dan semua sama-sama bisa langsung dipotong dari saldo/top-up/transfer yg dibutuhkan sebelum transaksi online.
Selengkapnya untuk alternatif Kartu Debit lokal lain (termasuk prepaid SCC) yang lebih tinggi limitnya selain Debit Permata: http://amirz123.blogspot.co.id/2016/12/daftar-kartu-debit-indonesia-untuk.html
Namun jika hanya dipakai untuk verifikasi akun PayPal dan pembayaran jumlah kecil (≤Rp500.000,00) di PayPal/Ebay/non CVV2
maka Debit Permata tentunya masih bisa jadi opsi/pertimbangan.
Akhirnya
tidak kurang tidak lebih hanya sekedar berbagi info saja, mudah-mudahan
bisa bermanfaat...Terima kasih sudah berkunjung dan semoga sukses
selalu. Salam. 😅
DISCLAIMER: Berhubung kebijakan masing-masing pihak institusi/bank penerbit kartu (issuer) yang dapat berbeda atau dapat berubah kapanpun juga maka mohon maklum jika mungkin tulisan diartikel ini tidak selalu akan berlaku, dan mungkin artikel ini juga Insyaallah akan selalu diupdate jika ada perubahan
atau perkembangan kedepannya. Mudah-mudahan daftar kartu debit keluaran
bank lokal yang sudah bisa full online PayPal dsb ini akan bisa terus
bertambah kedepannya.







